Internet termasuk salah satu produk positif dari perkembangan teknologi, yang telah membawa banyak perubahan dan sangat bermanfaat. Agar terhubung ke internet, pengguna harus lebih dulu berlangganan Internet Service Provider (ISP), yang dalam bahasa Indonesia berarti penyedia layanan internet.

Definisi dari ISP

Dikutip dari situs qwords.com, definisi dari ISP alias Penyedia Layanan Internet atau yang biasa disingkat PJI adalah perusahaan yang menyediakan akses internet ke pemilik bisnis dan pengguna rumahan.

Terhubung ke internet itu sendiri membutuhkan peralatan telekomunikasi, jaringan, dan perutean khusus. Pemasangan alat-alat ini dan seluruh pengelolaannya hanya dapat dilakukan oleh ISP.

Sebagai gantinya, pelanggan akan membayar biaya langganan per bulan yang tarifnya sesuai dengan jenis paket internet yang diambil.

Cara ISP Menghubungkan Pelanggan dengan Internet

Menurut informasi di Wikipedia, berikut adalah cara ISP untuk membuat pelanggan terkoneksi ke internet:

  • Jika dibuat dalam bentuk piramida, bagian paling atas akan diisi oleh penyedia layanan Internet yang disebut Tier 1. Tier 1 ini merupakan ISP yang memiliki akses ke semua jaringan di internet melalui settlement-free peering / settlement-free interconnection (interkoneksi bebas penyelesaian).
  • Jika dianalogikan, ISP Tier 1 ini merupakan jalan raya utama internet, yang akan menghubungkan semua sudut World Wide Web. Selanjutnya ISP Tier 1 menjual akses ke jaringan mereka ke ISP Tier 2, lalu ISP Tier 2 menjual akses internet ke pengguna rumahan dan perusahaan.
  • Namun, terkadang ISP Tier 1 juga menjual akses internet langsung pengguna rumahan dan perusahaan. Ada juga ISP perantara kedua yang disebut sebagai ISP Tier 3, yang dapat membeli bandwidth jaringan dari ISP Tier 2 sebelum menjual bandwidth tersebut kepada pengguna akhir.
  • Ketika lalu lintas dirutekan dari jaringan rumah ke internet, ia melewati sejumlah hop sebelum mencapai tujuannya. Misalnya, lalu lintas dapat berjalan dari modem, ke jaringan ISP Tier 3, ke jaringan ISP Tier 2, ke jaringan ISP Tier 1, lalu turun kembali melalui rangkaian ISP berbeda sebelum mencapai tujuan.

Adapun teknologi dasar yang digunakan ISP untuk membangun konektivitas dapat didasarkan pada saluran telepon analog (dial-up), DSL, kabel, satelit, Wi-Fi, serat optik, atau media konektivitas lainnya.

Sejumlah Peran ISP

Berdasarkan definisi dan cara kerja ISP di atas, dapat disimpulkan bahwa sejumlah peran ISP dalam akses internet adalah sebagai berikut:

  • Sebagai media yang menyediakan layanan untuk menghubungkan pelanggan ke internet.
  • Menghubungkan pelanggan ISP ke gateway internet terdekat dari lokasi pelanggan.
  • Menyediakan dan memasang peralatan yang dibutuhkan di lokasi yang ingin dipasang internet (rumah, kantor, sekolah, mall, atau lainnya). Peralatan tersebut bisa berupa kabel, modem, antena, router, dan sebagainya.
  • Membantu pelanggan perusahaan atau individu agar dapat mengakses World Wide Web dan melakukan berbagai aktivitas online lainnya.
  • Meng-host atau mempublikasikan konten situs web perusahaan untuk memungkinkan perusahaan atau konsumen lain mengaksesnya.
  • Melakukan proteksi dari penyebaran virus dengan memasang antivirus ke jaringan pelanggan.
  • Selain sejumlah peran inti di atas, ada juga beberapa ISP yang menawarkan layanan seperti pendaftaran nama domain dan web hosting.

Berdasarkan seluruh penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tanpa ISP orang-orang tidak akan bisa melakukan berbagai aktivitas online seperti berbelanja online, mengakses Facebook, membaca blog, menonton film, mengirim email, bermain game, dan sebagainya.

 

Definisi, Cara Kerja, dan Peran ISP

Leave a Reply

Your email address will not be published.