Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya menyebut larangan mudik Lebaran justru menguntungkan Jakarta. "Dengan adanya larangan mudik ini artinya sebenarnya Jakarta ini lebih diuntungkan," kata Gumilar dalam diskusi daring, Senin (5/4/2021). Pasalnya larangan tersebut bermakna warga DKI tak lagi membawa uangnya ke daerah untuk dibelanjakan.

Dengan kata lain, uang mereka akan tetap dibelanjakan di wilayah Jakarta, seperti mempergunakan untuk liburan dan menginap di sekitar Jakarta. "Karena yang biasanya orang Jakarta mudik bawa uang ke daerah, membelanjakan uangnya di daerah, dengan adanya larangan mudik, spending yang tadinya akan dilakukan di daerah jadi bisa digunakan untuk staycation atau vacation di sekitar Jakarta saja dengan memanfaatkan fasilitas yang ada," jelasnya. Sementara Ketua Badan Pimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono berharap kebijakan larangan mudik berdampak positif bagi peningkatan ekonomi para pengusaha hotel.

Mengingat saat libur panjang lebaran, para masyarakat non muslim tak lagi bisa pergi berlibur ke luar negeri. Sehingga diharapkan mereka mengalihkan liburannya di Jakarta saja dengan mencari suasana baru, salah satunya menginap di hotel berbintang. "kemungkinan ada signifikan juga. Karena biasanya kalau liburan Idul Fitri kan teman teman yang nonmuslim libur panjang dan biasanya pergi ke luar negeri. Tapi sekarang mereka tidak bisa ke luar negeri. Tentu pasti akan banyak yang stay di Jakarta. Mungkin sebagian dari mereka juga masuk ke hotel hotel," ucapnya.

Sutrisno berharap perekonomian perhotelan di DKI bisa meningkat 20 30 persen atas kebijakan larangan mudik pemerintah pusat tersebut. "Kita harapkan hotelnya bisa tumbuh 20 atau 30 persen dari kondisi sebelumnya," pungkas dia.

DKI Jakarta Justru Diuntungkan Kebijakan Larangan Mudik Lebaran
Tagged on:                                     

Leave a Reply

Your email address will not be published.