Putri Donald Trump, Ivanka menyebut massa pro Trump yang menyerbu Gedung Kongres Amerika atau Capitol AS sebagai 'patriot'. Pernyataan Ivanka dibagikan lewat cuitan Twitter yang kemudian dia hapus karena keadaan berubah menjadi buruk. Mengutip , kerusuhan yang berlangsung saat Parlemen mengesahkan suara Electoral College pada Rabu (6/1/2021) menewaskan empat orang. Ivanka yang merupakan putri tertua dan penasihat Presiden menulis "Patriot Amerika, setiap pelanggaran keamanan atau tidak menghormati penegak hukum, kita tidak dapat diterima. Kekerasan harus segera dihentikan. Harap damai".

Namun, Ivanka gagal meminta massa pro Trump untuk berhenti menggelar aksinya atau meninggalkan Gedung Capitol AS. Ketika disinggung soal penggunaan kata 'patriot', Ivanka menjelaskan kepada 10 juta pengikutnya "Tidak. Protes damai adalah patriotik. Kekerasan tidak dapat diterima dan harus dikutuk dengan keras". Cuitan pertama Ivanka disebut sebut telah memicu kemarahan koresponden Gedung Putih April Ryan yang mengatakan "kata kata Ivanka membuatnya terlibat dalam kekerasan yang terjadi di Capitol".

April lantas me retwit tangkap layar cuitan awal Ivanka, dengan menambahkan "Kami selalu diberi tahu bahwa @IvankaTrump akan menjadi 'suara nalar' bagi ayahnya. Sebaliknya, dia sama sama terlibat". "Anda dapat menghapus twit, tetapi Anda menyebut perusuh "American Patriots" takkan terlupakan," tambah April. Twit Ivanka yang dihapus dibagikan tak lama setelah ayahnya, Donald Trump mendorong para perusuh untuk "tetap damai" dan "tolong dukung Polisi Capitol dan Penegakan Hukum".

Sementara kerusuhan berlangsung di Capitol AS, Ivanka mengunggah cuitan pesan ulang tahun untuk saudaranya Eric Trump yang berusia 37 tahun. Tepat sebelum pukul 18.00 waktu setempat, Ivanka menulis "Selamat Ulang Tahun @erictrump Aku mencintaimu dan sangat bersyukur selalu memiliki kamu di sisiku!". Ivanka Trump juga mengunggah foto dirinya dengan Eric Trump.

Satu di antara pengguna Twitter menyuruh Ivanka untuk membaca situasi sementara yang lain berkomentara "tidak tepat waktu bukan?". Di Capitol, massa pro Trump dan mantan veteran Angkatan Udara Ashli Babbit ditembak mati oleh polisi selama bentrokan itu. Sementara, tiga orang lainnya juga dilaporkan tewas.

Bangunan bersejarah itu terpaksa diisolasi dan Garda Nasional harus diterjuankan untuk memulihkan ketertiban. Dua jam setelah kekerasan dimulai, Trump merilis video di Twitter yang menyerukan kepada para pendukungnya untuk pulang. Tetapi, Trump disebut masih terus melanjutkan klaim palsunya soal Pilpres AS yang telah dicurangi.

Dia mengatakan kepada pengunjuk rasa: "Anda harus pulang sekarang. Kami harus memiliki perdamaian. Kami harus memiliki hukum dan ketertiban."

Ivanka Trump Sebut Perusuh di Capitol AS sebagai Patriot Amerika

Leave a Reply

Your email address will not be published.