Bunuh diri kerap diidentikkan dengan depresi akut. Bahkan tak sedikit yang mengecilkannya menjadi masalah mental dan iman yang lemah. Padahal kenyataannya tak sesederhana itu.

Masih banyak stigma tentang keinginan bunuh diri atau mati yang beredar di masyarakat. Tanpa bertanya ke ahlinya, kita hanya akan disesatkan asumsi keliru. Jadi apa yang perlu diketahui soal keinginan bunuh diri?

Menurut Ashley Boynton, PhD, seorang terapis dan peneliti bunuh diri, lebih dari 50 persen orang bakal pernah memikirkan keinginan untuk bunuh diri. Bahkan selebriti dan orang yang terlihat ceria pun bisa memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup.

Penting untuk seseorang didampingi dengan tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater dalam menghadapi keinginan untuk bunuh diri. Tetapi sebelumnya mari kenali penyebab seorang mengakhiri hidupnya.

Dilansir Women’s Health Mag, ada beberapa faktor penyebab pikiran untuk bunuh diri. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Lingkungan Sekitar yang Tidak Suportif

Berada di tengah keluarga toxic yang tidak mendukung, hubungan abusive, teman-teman yang kerap melakukan bullying, atau lingkungan masyarakat yang mengucilkan bisa membuat seseorang tertekan. Jika dibiarkan terus-menerus, perasaan tertekan itu bisa sampai pada titik di mana individu ingin mengakhiri hidup.

2. Kondisi Hidup yang Berubah Drastis

Faktor risiko yang paling umum adalah ketika keadaan dalam hidup berubah drastis menjadi lebih buruk. Semua orang punya kapasitas untuk membendung emosi. Situasi apa pun yang menyebabkan seseorang merasa kehilangan semangat, bersalah, atau malu dapat meningkatkan kemungkinan datangnya keinginan untuk bunuh diri.

3. Gangguan Mental

Depresi diartikan sebagai kelainan emosi yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat secara terus-menerus. Gangguan kesehatan mental ini dapat memengaruhi penderita dalam berpikir dan berperilaku, sekaligus bisa memicu berbagai masalah fisik maupun emosional.

Penyebab medis paling umum dari pikiran untuk bunuh diri adalah memiliki penyakit mental seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, skizofrenia, atau anoreksia. Tetapi perlu digarisbawahi, tidak semua penyakit mental mengarah pada bunuh diri.

4. Trauma Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual menyisakan kenangan pahit yang menyebabkan trauma untuk beberapa orang. Saat kenangan itu muncul seseorang bisa sangat impulsif dan berpikir bahwa dirinya tidak berharga lagi sehingga memilih untuk mengakhiri hidup.

Bagaimana Cara Menghadapi Pikiran untuk Mengakhiri Hidup?

Jika mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup, sebisa mungkin jangan dipendam sendiri. Kenali pikiran tersebut sebagai ‘alarm’. Ceritakan uneg-uneg Anda kepada seseorang yang bisa dipercaya. Ingatlah bahwa emosi manusia tidak tetap, tapi terus berubah sewaktu-waktu. Keinginan untuk mengakhiri hidup yang dirasa saat ini bisa jadi hilang beberapa waktu kemudian, besok, atau minggu depan.

Jika pikiran untuk bunuh diri tak juga hilang dan semakin sering muncul, mintalah saran psikolog atau psikiater. Keinginan bunuh diri yang muncul terus-menerus tak seharusnya didiamkan saja.

Sebab Lebih dari 50 Persen Orang Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published.